Kemajuan zaman membuat dunia ada dalam genggaman. Sebut apa yang tidak ada dalam sebuah gadget bernama smartphone. Baca berita bisa, kamera ada, nonton tipi hayu, jadi sumber berita juga bisa. Telepon tak lagi sekedar berbicara jarak jauh.
Keberadaan di serba bisa itu tentu mengancam eksistensi media mainstream. Sosial media lebih cepat, lebih mudah, dan terjangkau. Apalagi sosmed tak seperti media mainstream yang punya kewajiban verifikasi.
Lantas, apakah media mainstream harus berkompetisi dengan sosieal media? Tentu saja tidak akan bisa. Kolaborasi. Itu kuncinya, peningkatan literasi publik agar menggunakan sosial media untuk hal-hal maslahat dan bermanfaat, akan meningkatkan kualitas demokrasi.
Jika Saya berbicara dari sudut pandang praktisi media, maka Roy Suryo bicara dengan perspektif pemanfaatan internet dan segara perangkat canggihnya. Sementara, Wakil Ketua Komisi I, Bambang Kristiono selain membahas manfaat internet mensosialisasikan kinerja wakil rakyat juga bicara tentang aturan dan tatakelola.
Best Backlink Agency 2027: The Top 6 Picks for Serious SEO Growth Search has changed…
Begitu tiba di Lake District, saya langsung teringat Danau Toba. Ada sesuatu yang terasa akrab:…
Best Backlink Service Options 2026: A Complete Comparison Guide Backlinks remain one of the most…
Angin di Lancaster Inggris hari itu terasa seperti punya tenaga ekstra. Ramalan cuaca menunjukkan suhu…
“Liat pantai di Inggris? Ngapain? Itu yang terlintas ketika Susilo dan Rani, teman yang rumahnya…
Saya datang untuk membantu mereka mempersiapkan presentasi lomba. Tapi setelah mendengar cerita mereka, saya justru…
This website uses cookies.